Pasti kamu pernah lihat video viral seorang penjaga kerajaan Inggris yang tiba-tiba jatuh pingsan saat bertugas. Komentar di media sosial pun langsung ramai, sering kali dengan narasi dramatis seperti, "Mereka dilatih berdiri 4 hari tanpa henti!"
Kenyataannya, cerita itu lebih banyak mitosnya daripada fakta.
Masalah utamanya adalah informasi yang simpang siur membuat kita salah kaprah. Nah, artikel ini hadir untuk meluruskan kesalahpahaman itu. Kita akan bedah tiga fakta sebenarnya di balik fenomena ini, berdasarkan protokol militer dan penjelasan medis yang kredibel. Yuk kita cari tahu bersama!
1. Mitos vs. Fakta: Aturan Jaga yang Sebenarnya
Pertama, lupakan klaim bahwa mereka berdiri berhari-hari tanpa istirahat. Itu hiperbola.
Faktanya, para penjaga kerajaan (King's/Queen's Guard) bekerja dengan sistem shift yang sangat teratur. Menurut laporan dari KOMPAS.com dan sumber lainnya, seorang penjaga biasanya bertugas selama dua jam di satu pos, lalu beristirahat selama empat jam. Selama berjaga pun, mereka tidak diam total; mereka melakukan gerakan-gerakan kecil secara berkala untuk menjaga sirkulasi darah.
Jadi, tidak ada cerita "berdiri nonstop" seperti yang diviralkan. Jika ada insiden pingsan, tim medis sudah siaga di lokasi untuk segera memberikan pertolongan.
Manfaat untukmu: Kamu jadi tahu cara membedakan informasi viral yang dilebih-lebihkan dengan fakta operasional yang sebenarnya.
2. Penjelasan Medis: Kenapa Tubuh Bisa Tiba-Tiba 'Shutdown'?
Jika bukan karena kelelahan ekstrem, lalu kenapa mereka bisa pingsan? Jawabannya ada di penjelasan medis yang disebut Vasovagal Syncope.
Menurut Mayo Clinic, ini adalah kondisi di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu tertentu, yang menyebabkan detak jantung dan tekanan darah anjlok secara drastis. Akibatnya, aliran darah ke otak berkurang dan terjadilah pingsan.
Pemicu utamanya dalam kasus ini adalah:
- Berdiri terlalu lama dalam posisi tegap.
- Mengunci lutut, yang menghambat aliran darah kembali ke jantung.
- Dehidrasi atau cuaca panas saat upacara berlangsung.
Sederhananya, darah "terjebak" di bagian bawah tubuh, otak kekurangan oksigen sejenak, dan tubuh pun secara otomatis "mematikan diri" untuk melindungi organ vital.
Manfaat untukmu: Pengetahuan ini berguna di kehidupan sehari-hari. Jika kamu harus berdiri lama saat upacara atau antre, ingatlah untuk tidak mengunci lutut dan gerakkan kakimu sesekali untuk membantu sirkulasi darah.
3. 'Faint to Attention': Protokol Jatuh yang Ternyata Terlatih
Ini mungkin fakta yang paling mengejutkan. Para penjaga ini ternyata dilatih tentang cara pingsan yang benar.
Istilah populernya adalah "faint to attention". Ini bukanlah latihan untuk sengaja pingsan, melainkan sebuah protokol darurat. Tujuannya adalah jika pingsan tidak bisa dihindari, mereka harus jatuh ke depan dengan posisi tegap dan terkontrol.
Mengapa? Menurut laporan HELLO! Magazine, cara ini dilakukan untuk:
- Meminimalkan gangguan visual pada upacara yang sakral.
- Melindungi senjata agar tidak jatuh sembarangan.
- Menghindari cedera parah atau menimpa orang lain.
Ini adalah bentuk disiplin ekstrem yang menunjukkan bahwa bahkan saat kehilangan kesadaran pun, tugas dan kehormatan tetap menjadi prioritas.
Manfaat untukmu: Kamu mendapatkan wawasan unik tentang tingkat disiplin dan dedikasi di balik sebuah tradisi militer yang ikonik.
Jadi, Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Kejadian pingsan penjaga kerajaan bukanlah soal ketahanan super atau kelemahan, melainkan titik temu antara tradisi, disiplin, dan batas biologis manusia. Kehormatan dan keselamatan nyatanya bisa berjalan beriringan.
Lain kali kamu melihat video serupa, kamu sudah punya bekal untuk tidak langsung percaya narasi dramatisnya. Pendekatan ini bisa jadi titik awal yang membantu kita menjadi konsumen informasi yang lebih cerdas dan kritis.



Komentar
Posting Komentar